Perekonomian
Indonesia
Program
“KELUARGA BERENCANA”
Nama kelompok :
Audia Chantika Pribadi (21213487)
Ellysa (22213872)
Gea Feggyta Destrias (23213664)
Ilma Hidayati (24213292)
Lydia Mulia Setiawan (25213107)
Kelas
: 1EB20
BAB I
A. Latar Belakang
Salah satu masalah kependudukan yang
cukup besar di Indonesia adalah jumlah kepadatan penduduk yang sangat besar.
Hal ini menimbulkan berbagai macam masalah lain. Untuk itu, pemerintah
mencanangkan program KeluargaBerencana (KB) yaitu program pembatasan jumlah
anak yakni dua untuk setiap keluarga.
Program KB di Indonesia mengalami
kemajuan yang cukup pesat dan diakui keberhasilannya di tingkat Internasional.
Hal ini terlihat dari angka kesertaan ber-KB meningkat dari 26% pada tahun
1980, menjadi 50% pada tahun 1991, dan terakhir menjadi 57% pada tahun 1997.
Keluarga Berencana (KB) merupakan
salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi
wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian.Peningkatan dan perluasan
pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka
kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami
oleh wanita.
Banyak wanita harus menentukan
pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode
yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat
diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan
seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi (Depkes RI, 1998).
Kepadatan penduduk yang terjadi
tentu saja menjadi suatu masalah bagi negara Indonesia yang perlu diperhatikan
oleh pemerintah sehingga banyak upaya yang dipilih atau diprogramkan oleh
pemerintah Indonesia untuk mengurangi kepadatan penduduk tersebut dengan cara
melakukan program Keluarga Berencana atau dikenal dengan singkatan KB. Oleh
karena itu, kami ingin mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan program
“Keluarga Berencana”.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum :
a)
Mengetahui pengertian mengenai Keluarga Berencana
b)
Mengidentifikasi Kelebihan, kekurangan, dari program KB.
c)
Mengetahui tujuan dilaksanakannya program Keluarga Berencana.
d)
Mengidentifikasi manfaat dari program KB.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian KB
KB adalah singkatan dari Keluarga
Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), maksudnya adalah:
"Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan
membatasi kelahiran."
Keluarga Berencana adalah usaha
untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang di inginkan. Untuk dapat mencapai hal
tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun
menunda kehamilan.
Perlu diketahui terlebih dahulu
bahwa KB dapat diartikan dalam dua pengertian. Hal ini sama halnya bahwa KB ada
dua macam yaitu:
Tahdid An-nasl (pembatasan
kelahiran) adalah suatu program nasional yang dijalankan pemerintah untuk
mengurangi populasi penduduk, karena diasumsikan pertumbuhan populasi penduduk
tidak seimbang dengan ketersediaan barang dan jasa.KB dalam hal ini didasarkan
pada teori populasi menurut Thomas Robert Malthus.
Tanzhim An-nasl (pengaturan kelahiran) adalah aktivitas individual untuk
mencegah kehamilan (man’u al-hamli) dengan berbagai cara dan sarana (alat).
Misalnya dengan kondom, IUD, pil KB, dan sebagainya.
B.
Kekurangan Program Keluarga Berencana (KB)
Program KB ini dirasa dianggap
kurang memadai, karena tidak semua Posyandu di pedesaan dibekali dengan
infrastruktur dan keahlian pemeriksaan KB, ditambah lagi dengan kurangnya
presentasi tentang pengetahuan KB di daerah pedesaan, sehingga kebanyakan
masyarakat indonesia yang berdomisili di pedesaan masih kurang pengetahuaannya
tentang Program KB dan manfaatnya, mereka masih beranggapan bahwa banyak anak
banyak rezeki, padahal zaman semakin maju dan harus diimbangi dengan pemikiran
yang semakin maju pula.
C.
TUJUAN KELUARGA BERENCANA
Tujuan keluarga berencana di
Indonesia adalah:
Tujuan umum
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak
dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang
menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan
kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.
Tujuan khusus
1)
Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
2)
Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.
3)
Meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan
kelahiran
D.
Manfaat Program Keluarga Berencana (KB)
Program Keluarga Berencana (KB)
mempunyai banyak keuntungan.Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi pil
kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium.Bahkan dengan
perencanaan kehamilan yang aman, sehat dan diinginkan merupakan salah satu
faktor penting dalam upaya menurunkan angka kematian maternal.Ini berarti
program tersebut dapat memberikan keuntungan ekonomi dan kesehatan.
Pengaturan kelahiran memiliki
benefit (keuntungan) kesehatan yang nyata, salah satu contoh pil kontrasepsi
dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium, penggunaan kondom dapat
mencegah penularan penyakit menular seksual, seperti HIV. Meskipun penggunaan
alat/obat kontrasepsi mempunyai efek samping dan risiko yang kadang-kadang
merugikan kesehatan, namun demikian benefit penggunaan alat/ obat kontrasepsi
tersebut akan lebih besar dibanding tidak menggunakan kontrasepsi yang
memberikan risiko kesakitan dan kematian maternal.
Program KB menentukan kualitas
keluarga, karena program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta
meningkatkan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak
diinginkan, menjarangkan jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi.
Selain memberi keuntungan ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan
masyarakat, KB juga membantu remaja mangambil keputusan untuk memilih kehidupan
yang lebih balk dengan merencanakan proses reproduksinya. Program KB, bisa
meningkatkan pria untuk ikut bertanggung jawab dalam kesehatan reproduksi
mereka dan keluarganya. Ini merupakan keuntungan seseorang mengikuti program
KB.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Keluarga Berencana (KB) merupakan
salah satu usaha untuk merencanakan jumlah anak serta jarak kehamilan
menggunakan alat kontrasepsi.
2. Program Keluarga Berencana (KB)
memiliki dua tujuan, yaitu tujuan khusus dan tujuan umum.
3. Program Keluarga Berencana (KB)
dilakukan dengan cara kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga.
4. Dampak positif Program Keluarga
Berencana adalah terciptanya keluarga yang ideal dan dapat mengurangi angka
kelahiran.
5. Dampak negative Program Keluarga
Berencana adalah menerima efek penggunaan alat kontrasepsi dan obat pencegah
hamil.
Daftar pustaka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar